Home / berita utama / Iuran Pembangunan Tembus Rp 45 Juta: Calon Mahasiswa Unsika Ramai-ramai Mundur

Iuran Pembangunan Tembus Rp 45 Juta: Calon Mahasiswa Unsika Ramai-ramai Mundur

KARAWANG– Tagar #unsikakenapasih selama dua hari ke belakang menjadi tranding cuitan di Twitter. Terlampau mahalnya iuran pembangunan institusi yang dibebankan kepada calon maha­siswa, membuat banyak calon mahasiswa yang terancam ramai-ramai mundur dari satu-satunya kampus negeri di Karawang ini.

Kementerian Pendidikan dan Ke­budayaan (Kemendikbud) berjanji bakal menegur Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Teguran ini guna mengingatkan rektorat untuk tidak mem­beratkan mahasiswa dalam biaya kuliah.

“Segera saya hubungi rektornya. Pem­bayaran uang kuliah harus disesuaikan dengan  kemampuan orang tua,” ujar Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Nizam kepada awak media, Kamis (10/9).­

Nizam juga baru mengeta­hui jika twitter diramaikan dengan tagar #Unsikakena­pasih. Tagar tersebut dii­kuti oleh keluhan warganet yang menyatakan mahalnya Iuran Pembangunan Insti­tusi (IPI) atau uang pangkal salah satu perguruan tinggi negeri, Unsika.

Mahalnya IPI di kampus tersebut diduga telah mem­buat sebagian mahasiswa baru mundur. Mereka men­cabut berkas mereka seba­gai mahasiswa di Unsika karena tidak sanggup mem­bayar IPI yang mencapai Rp 35-45 juta.

“Tidak boleh ada maha­siswa masuk PTN sampai tidak bisa kuliah gara-gara tidak bisa bayar uang kuli­ah,” tegas Nizam.

Setidaknya sampai berita ini ditulis, sudah ada 8.112 cuitan menyertakan tagar #unsikakenapasih pada Kamis 10 September 2020 pukul 15:54 WIB. Cuitan dengan tagar tersebut terus bertambah setiap menitnya di Twitter.

“#Unsikakenapasih IPI sampai Rp45 juta enggak jadi masuk ah,” ujar salah satu akun dengan nama pengguna @kharismahara di Twitter, Kamis, 10 Sep­tember 2020.

Warganet lainnya bah­kan menyatakan mundur walaupun telah diterima sebagai mahasiswa baru. Akun twitter dengan nama @Romadho18017582 menyatakan tidak sanggup membayar IPI karena pihak kampus tak juga memberi keringanan di tengah pan­demi covid-19.

“Kejam bangat sih parah #Unsikakenapasih pusing sampai enggak ada kerin­ganan,” tulis akun tersebut.

Kritik, dan teguran pada Unsika tak hanya ke luar dari mahasiswa, calon ma­hasiswa, dan alumnusnya saja. Pemkab Karawang pun mengultimatum agar Un­sika jangan membenankan ongkos pembangunan kam­pus pada calon mahasiswa dengan angka yang mem­beratkan.

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari mem­inta Unsika untuk menje­laskan kepada orang tua calon mahasiswasoal uang pangkal yang dirasa sangat memberatkan orang tua dikarenakan sangat mahal sekali.

“Yang terhormat ibu Re­ktor Unsika, para Wakil Rektor dan Civitas Akad­emis saya meminta untuk transparan kepada orang tua murid soal uang pangkal sebesar Rp 40 juta itu sangat memberatkan sekali,”Kata Ahmad Zamaksyari, Kamis (10/9).

Apalagi kata Jimmy, Un­sika saat sudah menjadi kampus negri, sehingga sangat wajib ia memper­tanyakan soal uang pangkal yang mahal itu peruntukan­nya untuk apa saja.

“Tolong rektor untuk bi­cara terbuka kepada rakyat Karawang, kalau tidak mo­hon izin mohon maaf insya Allah kita akan bawa se­mua orang tua murid untuk ketemu Mentri pendidikan di jakarta,”pungkasnya.(bbs/mhs)

Check Also

De’Ranch dan Astro Diduga Ancam Kawasan Lindung

SUBANG-Sekda Sekaligus Ket­ua Tim Koordinasi Perencanaan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupat­en Subang H. Aminudin, men­gakui jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *