Home / Area Bandung / Pulihkan Semangat Kerja, Kemenaker Berikan Pelatihan Ratusan Pelaku UMKM

Pulihkan Semangat Kerja, Kemenaker Berikan Pelatihan Ratusan Pelaku UMKM

NGAMPRAH – Ratusan peserta mengikuti pembekalan kewirausahaan (In Wall Inkubasi Bisnis) tahap 1 di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, para peserta yang berasal dari 7 provinsi ini akan diberikan penguatan tentang kewirausahaan sesuai jenis atau bidang usahanya masing-masing, seperti pertanian, perikanan, peternakan, kuliner jasa dan industri kreatif selama 5 hari.

”Peserta ini adalah mereka yang sudah memiliki usaha dan akan memulai usaha. Harapan kami, nantinya mereka menjadi wirausahawan dan bisa menyerap tenaga kerja,” kata Ida, Senin (20/7).

Diakuinya, jumlah peserta In Wall Inkubasi Bisnis mencapai 400 orang lebih. Namun karena ada aturan physical distancing atau pembatasan fisik untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka kegiatan kali ini dibatasi hanya diikuti oleh 50 persennya saja. Sedangkan sisanya akan diikutsertakan di tahap berikutnya.

”Pelatihan ini adalah salah satu bentuk kegiatan yang ada di Kemenaker. Di samping melakukan pelatihan dan peningkatan kompetensi, kami juga melakukan perluasan kesempatan kerja melalui program pelatihan kewirausahaan,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan meluncurkan program padat karya pertanian untuk menanggulangi buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi Covid-19 yang diberikan kepada 120 orang warga Bandung Barat.

Mereka diberikan jatah lahan pertanian seluas 10 hektare di blok Cinangela, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah. Kemenaker melalui balai latihan kerja (BLK) juga memberikan pelatihan dan pendampingan hingga masa panen tiba.

”Padat karya pertanian ini ada sinergi dua lembaga yaitu Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) dan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK) serta Pemda Bandung Barat,” katanya.

Ida menjelaskan, pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan banyak pekerja di-PHK, tapi juga berimbas pada pasar tenaga kerja yang saat ini dalam keadaan menunggu (wait and see). Oleh karena itu, perlu ada perluasan kesempatan kerja yang tidak sekedar diterima di pasar kerja, namun juga memiliki kesempatan langsung usaha.

”Ini memadukan dua Direktorat, dan sinergi dengan Pemda yang menyediakan lahan, sedangkan programnya didampingi oleh Direktorat Binapenta dan Binalattas. Kita memilih program untuk membangun ketahanan pangan,” jelasnya.

Kemenaker menyebut angka buruh yang di-PKH dan dirumahkan terus meningkat, saat ini data jumlah pekerja pekerjaan yang dirumahkan dan di-PHK mencapai 3 juta jiwa. Bahkan Apindo memprediksi angka PHK dan pekerjaan yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 mencapai 5-6 juta jiwa.

”Data by name by adress ada 1,7 juta. Sedangkan 1,3 juta lagi masih dalam proses, karena mereka melaporkan kena PHK tapi belum diketahui perusahaannya, dan data dirinya. Jadi total data yang sudah tervalidasi atau pun yang belum, ada sekitar 3 juta,” pungkasnya. (mg6/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *