Home / Area Bandung / Delapan ASN Positif Korona

Delapan ASN Positif Korona

SOREANG – Setelah melakukan swab test, delapan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga medis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman, menurutnya, empat ASN yang positif adalah dua orang dari Dinas Pangan dan Perikanan (Dispakan), satu dari Dinas Sosial (Dinsos) dan satu dari Dinas Kesehatan (Dinkes). ”Sedangkan empat orang sisanya adalah tenaga medis di RSUD Soreang,” kata Yudi kepada Wartawan, Rabu (29/7).

Yudi menjelaskan, setelah beberapa ASN dinyatakan positif terpapar covid-19, beberapa dinas terpaksa menerapkan pembatasan pelayanan bahkan hingga mengisolasi total kantor mereka. ” semua ASN dan tenaga medis yang positif sudah menjalani isolasi. Tracing dan tes usap bagi yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tersebut juga sudah dilakukan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana. Ia melansir bahwa 4 tenaga medis RSUD Soreang terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat. ”Pasien positif sudah menjalani isolasi. Ada yang di Balai Latihan Kerja (BLK) Baleendah dan ada yang isolasi mandiri,” kata Grace.

Begitu pula dengan pegawai di Dispakan, Dinsos dan Dinkes yang sudah menjalani isolasi. Selain itu Grace pun menegaskan bahwa tracing dan tes usap sudah dilakukan di semua instansi yang pegawai nya terpapar dan tes usap sudab dilakukan terhadap mereka dengan kontak erat.

Grace menjelaskan, di RSUD Soreang sendiri, poliklinik yang sebelumnya ditangani oleh dokter dan perawat yang positif, kini ditutup sementara. ”Ditutup sampai hasil tracing dan tes usap negatif untuk petugasnya,” tuturnya.

Kepala Dispakan Kabupaten Bandung, Dadang Hermawan membenarkan, dua pegawainya positif Covid 19 yaitu R yang merupakan Kabid Pemberdayaan Usaha Perikanan (PUP) dan H yang merupakan pegawai kontrak. ”Saat ini keluarga dari R yaitu suami dan dua anaknya pun telah positif Covid 19. Dan kini R sedang menjalani karantina di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Cimahi,” akunya.

Menurut Dadang, ada juga pegawai kontrak kerja yaitu H yang dinyatakan positif Covid 19, H ini merupakan sopirnya. Sehingga, Ia pun mengaku saat ini masih menunggu hasil swab tes. ”H ini kesehariannya merupakan sopir saya, saat ini H telah di isolasi di Gedung BLK Manggahang,” katanya.

Dadang menjelaskan, menurut keterangan riwayatnya R ini terpapar Covid-19 pada saat ini menghadiri kegiatan Dispakan Provinsi Jawa Barat. Sedangkan H riwayatnya dari R, saat bersama-sama menghadiri suatu hajatan. ”Adanya dua pegawai yang terpapar Covid-19, terpaksa kita kembali menerapkan sistem Work From Home (WFH), tetapi masih ada beberapa pegawai yang melaksanakan piket. WFH ini akan dilakukan sampai hasil swab akhir keluar,” tegasnya.

Lebih lanjut lagi Dadang menjelaskan, semua pegawai Dispakan telah menjalani swab tes yang digelar di Stadion Jalak Harupat. Meskipun ada pegawainya yang positif Covid 19, Dadang menyakini pelayanan untuk masyarakat tetap berjalan lancar.

”Apalagi pelayanan kan semuanya dilakukan secara online, sehingga diterapkannya lagi WFH, tidak akan menghambat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (yul/rus)

Check Also

Setelah Satu Abad Gedung Sate Ditutup, Puluhan ASN Terkonfirmasi Positif Covid-19

BANDUNG – Gedung Sate sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Penprov Jabar) terpaksa ditutup setelah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *