Home / Bisnis / Emil Tawarkan Investasi Rp 800 T ke Arab Saudi

Emil Tawarkan Investasi Rp 800 T ke Arab Saudi

BANDUNG – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi menemui Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (30/1).

Dalam pertemuan tersebut, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil—memaparkan sejumlah proyek investasi Jabar, seperti jalan Tol Cigatas dan Segitiga Rebana. Menurut dia, Arab Saudi berkeinginan untuk menjalin kerja sama dengan Jabar di berbagai sektor, salah satunya ekonomi.

“Kami serahkan buku investasi Jabar yang didalamnya ada proyek yang bisa dikerjasamakan dengan total Rp 800 triliun,” kata Kang Emil. “Saya bercita-cita Arab Saudi jadi partner utama Jabar, mudah-mudahan terwujud di masa kepemimpinan kami,” tambahnya.

Adapun buku investasi dibuat guna menyediakan informasi terkait peluang investasi di Jabar. Hal tersebut akan berdampak pada pengambilan keputusan investor. Sebab, jika ketersediaan informasi minim, maka investor akan kesulitan menggambarkan investasi Jabar.

“Tahun ini kami jadi juara kesatu lagi untuk investasi yaitu Rp 137 triliun, namun belum maksimal dari Arab Saudi, mayoritas dari Singapura. Secara jangka panjang saya ingin hubungan dengan Arab Saudi sangat dekat,” ucap Kang Emil.

Setelah kunjungan tersebut, Dubes Arab Saudi akan kembali datang dengan membawa delegasi untuk merealisasikan sejumlah kerja sama.

Maka itu, Kang Emil menyampaikan terima kasih kepada Arab Saudi yang sudah mengizinkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai bandara keberangkatan haji dan umrah.

“Saya berterima kasih kepada Arab Saudi karena jemaah saya bisa berangkat haji dan umrah dari Kertajati,” ucapnya. “Sebetulnya kami sedih karena warga kami harus menunggu sampai 20 tahun untuk haji, semoga bisa lebih cepat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar (Dubes) Arab Saudi melakukan kunjungan kerja untuk melihat hasil karya kerajinan Jabar di Kerabat (Kerajinan dan Kuliner Jawa Barat) Store Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar, Kota Bandung.

Dalam kunjungan tersebut, Al-Thaqafi disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil dan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Lina Marlina Ruzhan.

Menurut Atalia, Dekranasda Jabar menyambut positif siapa saja yang berkunjung ke Kerabat Store untuk melihat-lihat hasil kriya perajin Jabar, terutama tamu kenegaraan untuk mengenali potensi Jabar sehingga membuka potensi kerja sama di bidang perdagangan.

“Ketika mereka (tamu kenegaraan) melihat bagaimana produk Jawa Barat begitu beragam dari bahan baku logam, kain, kayu, kemudian tanah liat dan sebagainya, mudah-mudah ini mampu untuk membuka jalur hubungan ekonomi yang lebih dalam lagi di bidang perdagangan,” ujar Atalia.

Sebelum menyambut Al-Thaqafi, Dekranasda Jabar pun telah menerima kunjungan tamu kenegaraan dari Rusia, Kazakhstan, dan Sri Lanka. Atalia berharap, kunjungan tamu kenegaraan tersebut memotivasi para perajin dan pelaku usaha di Jabar untuk membuat produk yang lebih baik agar disenangi dan digemari pengunjung.

“Mudah-mudahan rumah Dekranasda yang saat ini bernama Kerabat Store mampu terus mendorong para pelaku usaha mempromosikan (produknya) dan juga lebih banyak lagi yang tertarik untuk melakukan perdagangan dengan Jawa Barat,” ucap Atalia.

Selain tertarik dengan kriya Jabar, Atalia berujar bahwa Al-Thaqafi juga tertarik dengan potensi wisata yang ada di Kompleks Taman Hutan Raya (Tahura) Bandung.

“Itu salah satu kebanggaan kita di Jawa Barat, khususnya Bandung, masih punya hutan di tengah kota, dan itu tidak semua kota memiliki hal seperti itu. Oleh karenanya memang destinasi wisata seperti itu patut dipertahankan, dijaga kelestariannya, dan mudah-mudahan juga disebarluaskan lagi agar lebih banyak masyarakat dalam dan luar negeri yang tahu terkait keberadaan Taman Hutan Raya,” ujar Atalia.

Al-Thaqafi sementara itu mengatakan, dirinya terpukau karena Tahura di kawasan Dago itu memiliki hutan yang asri dan ditanami berbagai jenis pepohonan dari seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri.

“Yang menarik perhatian saya adalah saat mengunjungi Taman Hutan Raya, saya perhatikan ada ekologi yang sangat luar biasa di mana hutan ini memiliki berbagai jenis pohon, tidak hanya dari Jawa Barat tapi dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia dan juga beberapa negara. Hal ini menunjukan bahwa tempat tersebut bisa dikatakan heritage,” kata Al-Thaqafi.

Terkait dengan produk kriya Jabar di Kerabat Store, dirinya mengaku dirinya tertarik dengan kerajinan-kerajinan tersebut yang sangat mencerminkan identitas budaya Jabar itu sendiri.

“Saya sangat bahagia dan senang dengan berbagai macam produk (kerajinan) yang dimiliki Jawa Barat ini yang menunjukan betapa Jawa Barat sangat kaya akan peradaban, budaya, tradisi dan hasil-hasil produknya,” ucap Al-Thaqafi.

“Saya menganggap produk Jawa Barat ini sangat luar biasa ragamnya. Yang menarik juga Jawa Barat ini juga memiliki produk-produk (berbahan baku) kayu dan kerajinan-kerajinan tangan tersebut tentu sangat diminati di Arab Saudi dan negara lain di dunia,” ujarnya mengakhiri. (mg1/drx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *