Home / Area Bandung / Konsep Wisata Halal, Diprotes Sejumlah Massa

Konsep Wisata Halal, Diprotes Sejumlah Massa

BANDUNG– Sejumlah massa dari kalangan emak-emak mendatangi gedung DPRD Kota Bandung pada Rabu (18/9). Mereka melakukan audensi dengan dewan untuk menyampaikan aspirasinya menolak konsep wisata halal atau syariah di Kota Bandung.

Kehadiran mereka diterima Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDIP, Folmer Silalahi sekaligus memimpin agenda pertemuan. Anggota DPRD lainnya, Uung Tanuwidjaya dari Fraksi Nasdem dan Cristian Julianto Budiman dari Fraksi PSI ikut menyambutnya.

“Jangan kerdilkan kebudayaan di Kota Bandung,” tegas Koordinator Peduli Kota Bandung, Harastuti, usai melakukan audensi, kemarin.

Menurut dia, upaya untuk memberi label pariwisata di Kota Bandung sebagai wisata halal atau syariah adalah usaha untuk mengerdilkan Kota Bandung sebagai Ibu Kota yang merangkul semua golongan.
“Ini sangat bertentangan dengan semangat yang merangkul dan mempersatukan perbedaan ras, suku, dan agama,” paparnya.

Diketahui, pada tanggal 18-24 April 1955 diselenggarakan Konperensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung. Konperensi dihadiri 29 negara, yang total penduduknya 1,5 miliar orang atau sekitar 54% dari penduduk dunia pada saat itu.

“KAA ini telah memberi semangat dan inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Afrika untuk meraih kemerdekaannya. Ini adalah periswa yang tercatat dalam sejara dunia,” katanya.

Harastuti menjelaskan, KAA telah memindahkan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Asia Afrika, bukan hanya Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. “Sekali lagi, Bandung adalah lbu Kota Asia Afrika. Jadi jangan sampai dikerdilkan,” terangnya.

Menurut dia, Kota Bandung telah menerima semua ras, suku dan agama. Perbedaan itu kata dia, harus dipertahankan dan dipelihara bersama.

“Semua diterima di Bandung, bukan hanya memilih untuk merangkul kelompok dari golongan tertentu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Kota Bandung, Folmer Silalahi mengaku, pihaknya menyambut positif kedatangan sejumlah emak-emak itu.

“Kami menerima aspirasi masyarakat terkait keresahan terhadap adanya rencana konsep wisata halal di Kota Bandung,” kata Former, usai menerima kunjungan, kemarin.

Menurut dia, kunjungan itu menjadi bahan untuk memperkuat sikap DPRD Kota Bandung. “Dan harapan kami tidak jadi dilaksanakan. Kalau tetap dilaksanakan karena itu sudah menjadi program tahunan, ya harus dikemas dalam bentuk yang lebih umum misalnya menjadi wisata treveller frendly city kan lebih umum sehingga semua wisatawan bisa menikmati,” urainya.

“Dan kawasan itu kan tentunya kalau diperuntukkan secara permanin sebagai kawasan wisata hahal, kan ada aturan-aturan yang dilanggar. Jadi buat apa dipaksakan, sementara masyarakat di sana resah,” sambungnya.

Pihaknya kata dia, juga belum menerima koordinasi dengan Pemkot Bandung.
“Justru kami menerima informasi ini dari teman-teman media,” akunya.

Dia menambahkan, hasil aspirasi dari sejumlah emak-emak itu akan disikapi lebih lanjut. Dalam waktu singkat, pihaknya berencana akan memanggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung untuk meminta penjelasan resmi terkait hal tersebut.

“Sambil menunggu selesainya pembentukan pimpinan DPRD dan AKD kami akan mengambil sikap resmi. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, pemkot juga melihat bahwa sudah ada elemen masyarakat yang menyatakan keresahannya,” pungkasnya. (mg5/drx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *