Home / Area Bandung / Belum Semua Tersentuh Zero Waste
NUMPUK: Di RW 16 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi dengan alasan belum tersentuh program zero waste ditambah ketiadaan TPS, menjadikan sampah kerap menumpuk di pinggir jalan.

Belum Semua Tersentuh Zero Waste

CIMAHI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengaku masih banyak wilayah di Kota Cimahi yang belum tersentuh program Zero Waste. Padahal, program yang diinisiasi pemerintah pusat itu sudah dimulai sejak tahun 2018.

Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kota Cimahi, Mochammad Ronny menerangkan, dari 312 Rukun Warga (RW) se-Kota Cimahi, baru 41 RW atau 13 persen saja yang dianggap sudah merealisasikan program Zero Waste. Artinya masih ada 87 persen yang perlu mendapat edukasi.

”Target tahun ini 40 RW yang diintervensi, masih dalam tahap edukasi dari pintu ke pintu (door to door),” terang Ronny melalui sambungan telepon, Minggu (8/9).

Ronny menjelaskan, zero waste merupakan program untuk mewujudkan nol sampah di Kota Cimahi. Prinsipnya sampah harus diolah mulai dari sumber (rumah), yaitu dengan memilah sampah. Salah satu untuk mewujudkan zero waste adalah dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle (3R).

Di sini, lanjutnya, masyarakat diedukasi minimal bisa
memilah mana yang termasuk sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, pemanfaatan gas metan (kompor)/biodigester, pupuk cair. Sementara anorganik bisa didaur ulang menjadi nilai ekonomi.

Untuk mengintervensi masyarakat perihal program Zero Waste, petugas Dinas Lingkungan Hidul, komunitas, mahasiswa KKN yang telah dilatih bakal turun dari rumah ke rumah untuk mengedukasi masyarakat.

”Setidaknya dengan kegiatan itu timbunan sampah yang diprodukai bisa dikurangi sejak dari rumah tangga,” jelasnya.

Ronny mengklaim, cakupan pelayanan sampah di Kota Cimahi sendiri secara keseluruhan mencapai 95 persen. Dari total 268,703 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, sampah yang terkelola mencapai 255,271 ton per hari.

Rinciannya, sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti sebanyak 225,834 ton atau 84,04 persen. Sementara sampah tereduksi di sumber hanya 29,437 ton per hari atau 10,96 persen.

”Jadi sampah yang tidak terkelola itu 13,432 ton per hari atau 5 peren,” ucapnya.

Salah satu wilayah yang belum tersentuh program Zero Waste adalah RW 16 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Sebab belum tersentuh program ditambah ketiadaan Tempat Sampah Sementara (TPS), sampah kerap menumpuk di pinggir Jalan Pesantren setiap akhir pekan.

”RW 16 baru masuk daftar tahap berikutnya. Tahun depan akan diintervensi 40 RW lagi, termasuk rw 16 Cibabat,” ungkapnya.

Seperti yang terpantau pada Sabtu (7/9) sekitar pukul 10.00 WIB, di RW 16 sampah tampak dibiarkan menumpuk di bahu jalan raya. Padahal area itu masuk kawasan ramai pengendara dan berbagai aktifitas kegiatan.

Agin Hidayat, 42, salah seorang tukang ojek di Jalan Pesantren menuturkan, tumpukan sampah itu jelas mengganggu aktifitas. Apalagi menumpuk di depan tempatnya ‘mangkal’. Selain tidak enak dipandang, keberadaan sampah itu juga kerap menimbulkan bau tak sedap.

”Iya memang setiap hari Sabtu selalu numpuk di sini. Gak enak diliat, terus bau,” tutur Agin.

Menurutnya, kebiasaan menumpuk sampah setiap akhir pekan di pinggir jalan terjadi sejak dua tahun lalu. Setahu Agin, sampah itu berasal dari warga RW 16 Kelurahan Cibabat.

”Kalau alasan buang ke sini kurang tau. Tapi ini dari RW 16,” ujarnya.

Selain dari warga, Agin juga kerap melihat pengendara yang melintas memanfaatkan keberadaan sampah tersebut dengan membuang ke sana. Ia berharap ad solusi dari pihak berwenang agar sampah itu tak menumpuk lagi di pinggir jalan.

”Ada juga pengendara gak tau dari mana main buang aja. Harapannya gak buang di sini lagi,” tukasnya.(mg3/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *